PENDIDIKAN

Archive for Oktober 2008

Picture of an ocean.

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu hairan, “Kubah apakah gerangan ini?” fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.

“Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?” tanya Nabi Sulaiman kehairanan.

“Aku adalah manusia”, jawab pemuda itu perlahan.

“Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?” tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.

“Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya.” Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.

“Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?” tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.

“Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah.”

“Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?”

“Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu.”

“Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?” tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin hairan.

“Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam.” Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

Untuk cerita yang lainnya kamu bisa ambil di 1001kisahteladan.odt ( tapi lihat dulu filenya kan .odt kamu ganti aja jadi .hlp )

Iklan

Pada pokoknya akhlaq itu ada 2 macam yaitu, akhlaq yang terpuji dan akhlaq yang tercela. Akhlaq yang terpuji disebut akhlaqul mahmudah atau akhlaqul karimah dan akhlaq yang tercela disebut akhlaqul mazmumah atau sayyiah.

Akhlaq yang akan di bahas disini mengenai akhlaq mahmudah atau akhlaq karimah sebagaimana dicontoh oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist :

Artinya : Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia ( HR. Bukhori, Baehaqi, dan Hakim ).

Yang termasuk akhlaq karimah yaitu :

  1. Mengendalikan Nafsu ( Dlabtun Nafsi )

    Nafsu adalah salah satu unsur rohani manusia yang sangat besar pengaruhnya dan sangat banyak mengeluarkan instruksi- instruksi kepada anggota jasmaniah untuk berbuat atau bertindak. Ia dapat bermanfaat, tetapi sebaliknya dapat berbahaya bagi manusia dan ini banyak tergantung kepada bagaimana sikap manusia itu sendiri menghadapai gejolak nafsunya. Sebagian orang dalam menghadapi nafsu ini, ingin membunuh nafsunya dengan tidak dikenal ampun, seperti yang dilakukan para ahli ascetisme, para pertapa, dan para rahib yang semata-mata hidup untuk rohaniah tanpa memperhatikan kepentingan jasmaniah dan hubungan sosial. Sebagian orang lagi ada yang mengambil sikap menghasung dan memanjakan nafsunya dengan mengikuti dan tunduk patuh terhadap apapun yang dikehendaki nafsu itu.

    Kedua macam sikap yang ekstrim itu sangat keliru. Membunuh nafsu akan merugikan manusia sendiri, sebab selain akan mematikan salah satu aspek rohaninya yang penting dan berharga, juga akan mematikan dinamika dan gairah hidup. Begitu juga menuruti nafsu sangatlah berabahaya, sebab tidak mesti apa yang di kehendaki oleh hawa nafsunya itu sejalan dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Al-Qur’an melarang mengikuti hawa nafsu semata-mata, tanpa pertimbangan akal sehat. Firmannya :

    Artinya : “ ……………… dan janganlah mengikuti hawa nafsu karena hawa nafsu itu akan menyesatkan kamu dari jalan Allah “ ( Q.S. 38: 26 )

  1. Benar dan Jujur

    Benar atau jujur termasuk golongan akhlaq mahmudah. Benar artinya sesuainya sesuatu yang dilakukan atau dipikirkan dengan kenyataan yang sesungguhnya, dan ini tidak saja berupa perkataan, tetapi juga perbuatan.

    Benar atau jujur merupakan induk dari sifat-sifat baik yang lain yang membawa orang kepada kebaikan. Karena itu Rasulullah menyebutkan benar atau jujur ini sebagai kunci masuk syurga. Sabdanya berbunyi :

Artinya : Wajib kepadamu berlaku benar, karena sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan memabawa ke syurga. Seseorang tiada henti-hentinya berkata dan berlaku benar dan mengusahakan sungguh-sungguh akan kebenaran, sehingga dicatat ia di sisi Allah sebagai seorang Sidiq. ( HR. Bukhori )

  1. Ikhlas

    Ikhlas artinya murni atau bersih, tidak ada campuran. Maksud bersih disini adalah bersihnya sesuatu pekerjaan dari campuran motif-motif atau tujuan selain mencari ridha Allah. Lawan dari ikhlas ialah isyrak artinya berserikat atau bercampur dengan yang lain. Kedua macam perbuatan ini tidak dapat dipertemukan seperti halnya tidak dapat dipertemukannya antara gerak dan diam tetapi kedua sama-sama bertempat dihati.

    Orang yang beramal tetapi tidak ikhlas sangatlah celaka dan rugi, sebab amalnya menjadi percuma tidak akan diterima Tuhan dan yang dipegang oleh tuhan ialah apa yang sesungguhnya menjadi niat di hatinya dari amal tersebut. Sebagaimana sebuah hadist :

Artinya : Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Allah semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaannya ( HR. Ibnu Majah )

  1. Qona’ah

    Qona’ah artinya menerima dengan rela apa yang ada atau merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah kepadanya.

    Mungkin sebagian orang yang ada menganggap sikap yang demikian sebagai akhlaq yang buruk, sebab dengan telah merasa cukup dengan sepanjang yang dimilikinya itu orang kemudian berpangku tangan, malas berusaha atau meningkatkan penghasilan hidupnya.

    Pandangan yang begini, adalah sesat dan keliru. Berpangku tangan, tidak mau bekerja, bukanlah kona’ah tetapi merupakan salah satu bentuk kemalasan.

    Qona’ah dalam pengertiannya mengandung 5 perkara yaitu :

    a. Menerima dengan rela apa yang ada

    b. Memohon kepada Tuhan tambahan yang pantas disertai dengan usaha dan ikhtiar

    c. Menerima dengan sabar ketentuan Tuhan

    d. Bertawakal kepada Tuhan

    e. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia

    Karena itu sungguh beruntung orang yang hatinya telah sampai pada qona’ah. Rasulullah SAW bersabda :

Artinya : Berbahagialah bagi orang yang mendapat petunjuk untuk masuk islam, sedang keadaan hidupnya sederhana atau berkecukupan tetapi tetap qona’ah ( HR. Turmudzi )

  1. Malu

    Malu adalah perasaan enggan seseorang sewaktu lahir atau tampak dari dirinya tentang sesuatu yang membawa ia tercela.

    Adakalanya orang yang malu kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain, atau ada kalanya juga malu kepada Tuhan. Ketiga macam malu ini lebih-lebih malu kepada Tuhan merupakan sendi keutamaan dan pokok dasar budi pekerti yang mulia orang tidak akan berani durhaka atau melanggar larangan Tuhan atau mengabaikan perintah-NYA, baik ketika dilihat orang atau dalam keadaan sendiri. Karena itu pula beliau bersabda :

Artinya : Malulah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar malu ( HR. Turmudzi )

Tiap orang sebetulnya punya rasa malu, entah besar atau kecil yang merupakan semacam kekuatan penjaga di dalam dirinya yang menghindarkan ia dari terjatuh kepada kehinaan, atau sekurang-kurangnya menghindarkan diri dari terulangnya kembali kesalahan yang serupa tetapi karena sebab bermacam-macam rasa malu itu dapat luntur dan pudar sedikit demi sedikit dan akhirnya lenyap sama sekali. Kalau malu sudah lenyap, orang sudah tidak punya malu lagi, maka ia tidak akan dapat diharapkan timbul kebaikan dari dirinya.

Karena itu dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW :

Artinya : Jika engkau sudah tidak malu lagi, maka kerjakanlah apa yang engkau kehendaki ( HR. Bukhori )

lengkapnya dibawah ini :

akhlaqul-karimah-kaitannya-dengan-fungsi-hidup.odt

Testimoni :

Sebelum saya hafal wirid yang dibaca ketika usai melaksanakan shaat fardhu, saya sempat mencari cari orang yang bisa ngajarin atau ngasih tulisan wirid yang dibaca seusai melaksanakan shalat fardhu yang lima waktu kepada saya. Lumayan cukup lama juga saya tidak mendapatkan reperensi atau tulisan wirid tersebut, sampai -sampai saya suka bingung kalau seusai shalat fardhu umumnya kalau berjamaah di masjid saya suka tertegun dan diam sambil ngikutin sedikit-sedikit apa yang dibaca oleh orang yang hapal bacaan wirid terutama imam yang biasanya paling hapal.

Alhamdulillah berkat rahmat, taufik, serta hidayah dari Allah, juga kesungguhan saya ingin bisa bacaan wirid itu akhirnya saya pun mendapatkan referensi dari teman saya berupa foto copy beberapa lembar kertas yang isinya wirid yang dibaca pada saat usai/ba’da shalat fardhu lima waktu.

Setelah saya dapat referensi tersebut, saya pun tidak menyia-nyiakannya. saya baca-baca saat ada waktu luang, terlebih-lebih disaat usai melaksanakan shalat fardhu, dan hasilnya Alhamdulillah saya pun hafal semuanya tanpa melihat lagi tulisan hasil dari referensi yang saya dapat, saya bisa ikut berbarengan dengan orang lain membaca wirid seusai shalat fardhu lima waktu.

Nah itulah sedikit testimoni dari saya yang sempat mempunyai problem mengenai bacaan wirid ba’da shalat fardhu, sekarang bagi kamu yang mengalami nasib yang saya pernah saya alami, kamu bisa ambil/copy/Download file bacaan wirid yang saya sebutkan tadi diatas secara gratis tinggal diklick disini

atau yang ini

sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini…untuk mengingatkan kita…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan  salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah  tidak mengizinkannya  masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata  Fatimah yang membalikkan  badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata  sudah membuka mata dan  bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”  “Tak tahulah ayahku,  orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan  pandangan yang menggetarkan.  Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan  sementara, dialah yang  memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul  maut,” kata Rasulullah,  Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut  datang menghampiri,  tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut  bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia  ini. “Jibril,  jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara  yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata  Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.  “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum  – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan,  sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan  telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.  “Ummatii, ummatii,  ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi  sinaran itu. Kini,  mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa  Muhammad wa baarik wa sallim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah  kepada kita.
——————–*******———————-
NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah  fana belaka. Amin…

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat.

Diambil dari blog:  Simply Mind

Daftar nama provinsi yang ada di Republik Indonesia saat ini berjumlah 33 provinsi :

A. Pulau Sumatra

1. Nanggroe Aceh Darussalam / NAD (Daerah Istimewa)
2. Sumatera Utara / Sumut
3. Sumatera Barat / Sumbar
4. Bengkulu
5. Riau
6. Kepulauan Riau / Kepri
7. Jambi
8. Sumatera Selatan / Sumsel
9. Lampung
10. Kepulauan Bangka Belitung / Babel

B. Pulau Jawa

11. DKI Jakarta / Daerah Khusus Ibukota Jakarta
12. Jawa Barat / Jabar
13. Banten
14. Jawa Tengah / Jateng
15. DI Yogyakarta / Daerah Istimewa Yogyakarta
16. Jawa Timur / Jatim

C. Pulau Kalimantan

17. Kalimantan Barat / Kalbar
18. Kalimantan Tengah / Kalteng
19. Kalimantan Selatan / Kalsel
20. Kalimantan Timur / Kaltim

D. Nusa Tenggara

21. Bali
22. Nusa Tenggara Barat
23. Nusa Tenggara Timur

E. Pulau Sulawesi

24. Sulawesi Barat / Sulbar
25. Sulawesi Utara / Sulut
26. Sulawesi Tengah / Sulteng
27. Sulawesi Selatan / Sulsel
28. Sulawesi Tenggara / Sultra
29. Gorontalo

F. Kepulauan Maluku dan Pulau Papua

30. Maluku
31. Maluku Utara
32. Papua Barat
33. Papua

—–

Tambahan :

Provinsi Baru Hasil Pemekaran :

1. Kepulauan Riau
2. Kepulauan Bangka Belitung
3. Banten
4. Gorontalo
5. Maluku Utara
6. Papua Barat

Provinsi Yang Menghilang Merdeka :

1. Timor-Timur / Timtim

RESENSI KUMPULAN CERPEN

UNTUK MEMENUHI TUGAS BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH

SANI JUANINGSIH

KELAS XII IPA I

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

JL. RH. DIDI SUKARDI NO. 186 TELP. (0266) 221371

RESENSI

Judul Buku : My Valentine

Penulis : Hanna Al – Ithriyah

Terbit : Gema Insani

cetakan : 1, Dzulqa’idah 1427 H / November 2006 M

Tebal : 192 halaman

Hanna Al – Ithriyah, penulis muda berbakat ini masih bersekolah di madrasah aliah ( P1 ) Annuqayah, Sumenep, Madura,. Lahir di Sumenep, 22 desember 1985, karyanya yang berjudul “ Selaka Rindu Dinda “ berhasil memperoleh juara hiburan pertama pada lomba SMCI Gema Insani dan di bukukan dalam antologi cerpen pemenang sayembaya yang judulnya diambil dari judul cerpennya, “ Selaka Rindu Dinda “.

Kali ini, Hanna Al – Ithriyah kembali meluncurkan buku kumpulan cerpen karyanya yang berjudul “ My Valentine “ yang berisi sebelas cerita dengan karakteristik yang berbeda di setiap ceritanya.

Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.

Diantaranya sebelas cerita, ada 3 cerita yang terlihat paling menyentuh hati dan mengharukan. Ketiga cerita itu adalah “ Dialog Alam Barzah “, “ H Minus 7 ( My Valentine )”, “ Donat “. Ketiga cerita ini mengandung makna yang sangat dalam. Bisa dilihat dari cerita “ Dialog Alam Barzah “ menceritakan tentang amalan seseorang yang tidak menjamin masuk surga yaitu menceritakan di 24 orang hamba Allah , yang salah satu dari mereka adalah ahli ibadah, ternyata seorang ahli ibadah tidak menjamin dia akan masuk surga karena orang tersebut belum bisa menghindari penyakit hati.

Ternyata yang masuk surga adalah orang yang selalu menjaga agar hatinya selalu bersih dari penyakit hati. Dalam cerita ini bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti seakan-akan kita menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Dicerita yang kedua bahasa yang di digunakan yaitu bahasa gaul anak remaja sekarang yang berjudul “ H Minus 7 ( My Valentine ) “ isinya menceritakan seorang anak muda yang bernama Boy. Anak muda ini sedang mencari pasangan untuk merayakan hari valentine, ternyata cewek-cewek di sekolahnya sudah mempunyai gandengan. Yang belum hanya anak Rohis. Tentunya itu memperkenalkan seorang akhwat itu dan temannya memberi saran untuk secepatnya mengirim sebuah kado dan sekotak coklat. Boy mengikuti saran temannya itu. Setelah itu Boy mendapat bingkisan itu kembali dan didalamnya terdapat securik kertas yang didalamnya berisi penolakan menerima bingkisan Valentine itu. Akhwat itu menolak ajakan dan pemberian bingkisan itu, lalu akhwat itu menjelaskan alasannya dan memberi pesan yang sangat menyentuh hati sehingga bisa membuat Boy kembali mendekat kepada Allah SWT.

Dicerita yang ketiga “ DONAT “ isinya kita ambil hikmah yang sangat besar karena ceritanya sangat menyentuh hati, sampai bisa membuat menangis pembacanya dan sangat membuat penasaran karena judulnya seperti komedi. Didalamnya menceritakan sebuah keluarga yang harmonis, seorang ibu yang mempunyai dua orang anak yang bernama Yuli dan Ipit. Ipit anak yang paling kecil, dia sangat suka makan donat. Sehari saja dia makan donat dia pasti mayur dan bertingkah tidak karuan. Suatu hari dia masuk rumah sakit, ternyata dia mengidap penyakit turunan dari ayahnya yaitu penyakit diabetes. Tidak berapa lama Ipit meninggal dunia, ibunya dan kakanya sangat menghawatirkan. Cerita itu sangat mengharukan dibanding cerita yang lain.

Kesimpulan cerpen ini sangat bagus karena bisa membuat pembacanya penasaran dan semua makna ceritanya sangat mendalam, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di buku itu, bahasanya tidak berbeli-belit tapi sangat mudah di mengerti.

Setelah membaca buku kumpulan cerpen “ My Valentine ‘ karya Hanna Al-Ithriyah, sangat berdampak positif terhadap pembacanya dan banyak sekali hikmah yang bisa diambil, selain itu bisa menjadikan kita sadar dalam dalam menjalani hidup ini. Kelebihan yang paling menonjol didalam buku ini adalah judulnya yang sangat bagus karena judul itu seperti mendeskripsikan isinya cerita yang bukan islami, tetapi kenyataanya isinya itu sangat islami.

Kumpulan cerpen ini mempunyai beberapa kekurangan yaitu alur ceritanya kurang mengerti dan jalan semua ceritanya terlalu lambat.

copyright by anak rohis smunsa

CINTA YANG HILANG

Judul : Mencari Belahan Jiwa

Penulis : Ifa Avianti

Penerbit : Gema Insani

Cetakan : November 2006 ( cetakan pertama )

Tebal : 202 halaman

Buku kumpulan Cerpen ini adalah sebuah karya dari seorang penulis yang bernama Ifa Avianti yang lahir di Jakarta. Ifa adalah lulusan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, jurusan Teknik Metalurgi. Tulisannya berupa cerpen, cerbung, essay dan artikel tersebar pada majalah Annida, Ummi, Muslimah, Amanah, Sabili, Noor, Safina, Paras, Aisha, tabloid Fikri, Buletin Hanif, Q-Zone, serta portal Moslemworld.

Menulis beberapa cerpen yang dimuat di antologi bersama teman-teman penulis Forum Lingkar Pena, yaitu “Sembilan Mata Hati” (Pustaka Annida, Jakarta, 1998), “Ketika Duka Tersenyum” (FBA Pess, Jakarta,2001), dan “Semua Atas Nama Cinta” (Ghalia, Jakarta, 2003), serta sebuah novel interaktif bersama berjudul “Kembara Kasih” (Pustaka Annida, Jakarta, 1999). Tiga tulisannya termuat dalam antologi kisah nyata para pejuang keadilan bersama Helvi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, dkk yaitu “Bukan Di Negeri Dongeng” (Asy Syaamil, Bandung, 2003) dan masih banyak lagi karya-karya bersamanya.

Selain menjadi ibu dari putra kecil bernama Akna Mumtaz Ilmi, Ifa sedang menulis beberapa buah buku, diantaranya adalah “Barbagi Bening Cinta” (Kumpulan essay, Asy Syaamil, Bandung, 2204, kumcer dewasa “Langit Masih Biru” (Almawardi Prima, Jakarta, Juli 2005), berbagaii kumcer dewasa lainnya, juga kumcer remaja “Cinta Sudah Lewat” (Mizan, Bandung, 2005), serta berbagai kumpulan essay dan dua novel teenlit islami.

Sekarang Ifa tengah menunggu karya-karyanya lagi diterbitkan. Salah satu cita-cita Ifa adalah belajar menulis artikel ilmiah sejenis jurnal,l melanjutkan pendidikannya di bidang Creative Writing serta Materiall Science.

Saya akan mencoba memberikan sinopsis pada cerpen yang diberi judul “ Mencari Belahan Jiwa”. Cerpen ini menceritakan tentang seorang istri dari Satria, dan seorang ibu dari tiga orang anak yaitu Aziz, Naura dan Sofwan yang mempunyai kelainan bawaan yaitu autis, istri shalehah itu bernama Vedha.

Berawal dari teman semasa kecil Vedha yang biasa dipanggil Ve menjadi istri Satria. Ve bersahabat dengan adik Satria, yang bernama Uci. Usia Ve satu tahun lebih muda dari Satria dan seumur dengan Uci. Saat mereka masih kecil mereka selalu bersama, Satria adalah pelindung bagi Ve dan Uci. Namun, kebersamaan itu hanya sampai SMU, setelah Satria masuk Rohis dan dia menjadi Ikhwan. Namun Ve dan Uci tak kehilangan teman mereka mendapatkan 10 orang sahabat sekaligus yang sangat mererti mereka satu sama lain. Diantara para sahabat-sahabatnya itu, hanya Ve yang belum mengenakan jilbab. Ve masih ingin menjadi anggota OSIS, Cherleder, KIR dan lain sebagainya.

Di sekolah mereka, mengenakan jilbab adalah melanggar peraturan. Namun suatu hari, Ve berbicara pada teman-temannya bahwa ia akan mengenakan jilbab. Dan setelah Ve mengenakan jilbab banyak sekali masalah yang ditimbulkan karenanya. Untuk itu, Ve kabur bersama Uci dan Satria. Satria menjadi orang yang dingin dan cool. Setelah masalah selesai Ve dan Uci kembali ke rumah masing-masing dan meneruskan hidup mereka, dan tak lama setelahnya, Satria berbicara pada Ve bahwa ia dan Ve telah dijiodohkan sedari kecil oleh kedua orang tuanya. Entah mengapa hati Satria sangat bimbang dan akhirnya tujuh tahun setelahnya barulah Satria menikahi Ve. Padahal dulu ada rasa cinta pada hati Satria untuk Ve, tetapi mengapa semua itu sedikit demi sedikit menghilang.

Keluarga kecil mereka sangatlah rukun, tetapi begitu sunyi.Ve adalah istri yang tegar dan mandiri, ia berusaha menjadi yang terbaik bagi keluarganya, namun itu bukan keinginan Satria.

Sampai suatu saat, Satria berkenalan dengan Bening di chat room. dan berlanjut. Satria tak pernah bertemu Bening, mendengar suaranya pun belum. Namun ada perasaan sejuk apabila Satria memulai percakapan dengan Bening. Ada perbedaan pada diri Bening dan Ve, Satria ingin menolk semua rasa ini, dan ia beranikan untuk bertemu dengan Bening… apa yang akan terjadi pada rumah tangga Ve dan Satria?? Siapakah sebenarnya Bening itu??

Masih ada cerpen-cerpen selain cerpen diatas, diantaranya adalah “Aku Jatuh Cinta Lagi” yang menceritakan tentang sepasang suami istri yang sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk berdua, “Reunion Potpouri” menceritakan tentang seorang anak bangsawan Jawa yang menikah denagn rakyat biasa dan dikucilkan oleh keluarga besarnya, “Jodoh Alin” yaitu menceritakan tentang seorang kaka angkat yang mencarikan jodoh untuk Alin, serta masih ada lagi cerita-cerita yang dapat kita baca dalam buku kumpulan cerpen ini.

Banyak persamaan antara cerita satu dan lainnya, yaitu mengenai masalah suami dan istri. Tetapi cerita yang ditampilkan beragam, mulai dari yang selingkuh, sampai suami yang dingin. Cerpen-cerpen dalam buku ini bisa dijadikan tuntunan agar kita bisa membina keluarga dengan baik, menjadi istri yang shalehah bagi suami, serta suami yang harus menyayangi istrinya. Namun, cerpen-cerpen ini mempunyai kekurangan dalam segi bahasa, bahasanya terlalu bertele-tele dan sulit dimengerti. Buku kumpulan cerpen ini cocok dibaca untuk kalangan yang sudah berumah tangga atau sudah dewasa. Karena, bagi anak muda, segi bahasanya sulit untuk dimengerti.

Tetapi, dari keseluruhan cerita apabila dibaca dengan seksama, banyak sekali pesan dan amanat dari penulis yang sangat berarti apabila kita akan melangkah ke taraf pernikahan.


Negara Yang Sudah Berkunjung

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Kawan Sejati

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Koleksi Film Harun Yahya

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Blog Partnerku (elsabarto.co.cc)

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Lihat Berita Detik Net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Berita Presiden SBY

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Yang Sudah Mampir Ada

  • 632,364 Orang